top of page

Dari Workshop EKO: INDEF, Gudskul, dan Prakarsa

Tahun baru, pengetahuan baru! Roemah Inspirit menyambut 2023 lewat pertemuan seru bersama tiga organisasi keren INDEF, Gudskul, dan Prakarsa. Melalui lokakarya Eksplorasi Komunikasi Organisasi (EKO), ketiga organisasi melakukan refleksi bersama atas visi dan misi lembaga, menggali kekuatan dan mengidentifikasi ketegangan komunikasi dalam organisasi, serta menentukan bagaimana komunikasi dapat membantu mengamplifikasi isu yang mereka bawa.


Roemah Inspirit percaya bahwa lewat interaksi asyik akan lahir ide-ide segar yang dapat membawa dampak. Oleh karenanya, proses bertukar dan berbagi gagasan harus dilakukan melalui metode yang menarik pula. Dalam lokakarya EKO, beberapa dari kegiatan ini termasuk membuat kolase identitas lembaga, mengimajinasikan capaian organisasi dalam beberapa tahun ke depan, dan mengidentifikasi perubahan yang diperlukan untuk capaian tersebut.. Berdasarkan rangkaian kegiatan itu, dapat ditemukan poin kelebihan masing-masing organisasi beserta titik-titik yang masih harus diperkuat.



Pada INDEF misalnya, kajian ekonomi yang substansial dan kredibel membuat INDEF senantiasa dijadikan rujukan oleh kawan-kawan media. Meski begitu, dalam menyampaikan isu pada masyarakat luas–yang kebanyakan tak punya pengetahuan dasar mengenai persoalan sosial dan ketimpangan ekonomi–INDEF masih harus memperkuat komunikasinya. Di sisi lain, Gudskul berhasil menjadi ruang berdaya bagi seniman di dalam dan luar ekosistemnya. Namun masih ingin terus memikirkan cara agar sumber daya yang dimiliki tidak hanya dapat dinikmati seniman, tapi juga masyarakat umum. Serupa dengan Gudskul dan INDEF, Prakarsa memiliki jangkauan luas berkat kajian para peneliti yang tergabung di dalamnya. Namun strategi komunikasi organisasi masih perlu ditajamkan lagi agar pesan yang disampaikan bisa lebih menggugah lebih banyak pihak untuk melakukan perubahan sistemik.


Roemah Inspirit juga mengajak peserta melihat pentingnya visualisasi dalam perencanaan komunikasi organisasi. Salah satu langkah yang selalu dilakukan pada setiap lokakarya EKO adalah membayangkan perubahan organisasi dalam beberapa tahun ke depan. Pada pertemuan bersama INDEF, Gudskul, dan Prakarsa, ketiga organisasi diminta mengimajinasikan capaian mereka di tahun 2026 jika rintangan komunikasi telah diatasi. Setiap visualisasi menunjukkan harapan yang sangat spesifik dalam papan visi masing-masing.




INDEF ingin terus membantu mendorong kesejahteraan ekonomi, Gudskul ingin keberlanjutan ekosistem dan kolektif di dalamnya juga membawa kebermanfaatan bagi masyarakat umum yang tinggal di sekitar fasilitas mereka, dan Prakarsa berupaya menjadi acuan utama dalam isu dan kebijakan mengenai lansia. Selanjutnya masing-masing diajak merumuskan rencana perubahan organisasi lewat konsep upgrade (meningkatkan), upstream (memperbarui), dan upshift (mengubah) yang dapat dilakukan di level individu, lembaga, dan sistem luar lembaga. Bekal perencanaan ini dapat menjadi acuan dalam mengikuti perkembangan lembaga selama 3 tahun ke depan selama berproses bersama Roemah Inspirit.


Pada salah satu sesi, INDEF menyampaikan bahwa mereka ingin tumbuh seperti pohon dengan akar dan batang yang kuat. Lantas berfotosintesis dan berbuah banyak, di mana buah itu dapat memberi asupan bagi para agen perubahan yang dituju. Agaknya analogi yang sama dapat pula dipakai pada lembaga-lembaga keren yang kami jumpai sejauh ini lewat proses eksplorasi komunikasi. Selagi pohon-pohon itu tumbuh membawa manfaat bagi siapapun, Roemah Inspirit berharap proses EKO dapat menjadi pupuk dan air yang dapat menguatkan dan menyegarkan pertumbuhan lembaga.




[Sekilas info: Kami membuka kesempatan proses serupa bagi lembaga di luar skema BUILD. Jika lembaga Anda tertarik menjalani proses lokakarya EKO, segera layangkan email ke kontak@roemahinspirit.id]





31 views0 comments

Comments


bottom of page